Fisika Teknik pt 3

Lagi-lagi datang terlambat aku jadi gak nyatet bagian awal deh. . .😦 Sedih. . .

Masih ingat kan?? Dosen nyang ini tuh mencatat apa yang seharusnya dikatakan. . . metode belajar yang sangat santai sekali. . . tapi ya karna aku telad, jadi ketinggalan, dosennya udah nulis mpe sini ni . .

Hukum ke 2 Newton
Bila ada gaya bekerja pada sesuatu massa m (benda), maka benda tersebut akan mengalami perubahan momentum

Momentum p = m v

Dan karena v = dx / dt, maka

momentum p = m . dx/dt

Namun kemudian dikoreksi oleh einstein mejadi p = d(m x)/dt

Karena massa juga dipengaruhi oleh kecepatannya, khususnya bila v → c (bila kecepatannya mendekati kecepatan cahaya)

Hukum ke 3 Newton
Karena ada gaya tarik antara dua massa ata dua benda, maka terdapat kesamaan aksi dan reaksi

[GAMBAR]

Kemudian dibuktikan oleh Cavendish

[GAMBAR]

f21 = – f12 = k  m1m2/r

sehingga ditemukan koefisien kesetaraan k. Dengan temuan nilai k ini, maka bila dipakai untuk gaya tarik benda oleh gravitasi bumi, dapat dihitung massa bumi. Denagn demikian eksperimen cavendish juga dikenal sebagai peristiwa:

Menimbang Bumi

Jadi ini merupakan contoh bahwa ilmuan mampu melakukan eksperimen tidak langsungberdasar suatu runtunan logika dan analitika yang ditemukan melalui analitis teori.

Bahkan ilmuan pada saat ini juga telah dapat memanfaatkan pengetahuan mengenai peristiwa alami yang menyangkut benda-benda hidup, khususnya dibidang biologi, untuk mengucapkan masalah lain, yaitu masalah dibidang informatika.

Contoh: Algoritma Genetik, Algoritma Semut, Algoritma Swarm

Hukum Newton kemudian diperluas untuk gerakan dilintasan (medium) 2-D, yaitu bidang datar. Maka dalam hal ini dalam hal ini diperlukan sarana analitis matematis yang dapat menyederhanakan persoalan yang dihadapi. Dalam hal ini diperlukan yang disebut

Aljabar Vektor

Contoh:

[GAMBAR]

Jalan perahu agar dapat menyebrang dari titik awal A ke titik B, disamping arah yang serong melawan arus, juga kecepatannya harus sesuai, sehingga lintasan atau jalan yang ditempuh perahulurus dari A ke B. Secara eksperimental yang terjadi adalah berdasar prosedur coba dan koreksi atau trial dan error.

Namun tentu saja, kita dapat memecahkannya secara teoritis analitik. Dengan persamaan berdasarkan diagram vektor berikut dapat ditentukan arah berdasar kecepatan pelaku serta kecepatan air yang mengalir.

[GAMBAR]

persamaannya: vp = √(v2 + va2)

arah vp: sin α = va/vp

jadi, bila va diketahui, vp bisa ditentukan, maka sudut arahnya α = sin-1(va/vp)

Untuk kombinasi dua vektor gerakan yang tidak saling tegak lurus

[GAMBAR]

Maka dengan persamaan phytagoras

v = √((v2+v1cosα)2 + (v1sinα)2)

v = …. akhirnya jadi seperti ini

v = √((v12 + v22 + 2v1v2cosα))

Khusus untuk α = 90°, maka v = √((v12 + v22))

Khusus untuk α = 0°, maka v = v12 + v22 . . . Coba hitung aja ndiri kalo gak percaya 😛

Khusus untuk α = 180°, maka v = v12 – v22

Meningkat ke gerak yang tidak lurus contoh pertama: Gerak melingkar. Khususnya dengan kecepatan konstan (laju tetap). *Catatan velocity (kecepatan) adalah vektor, sedangkan speed (kelajuan) adalah skalar.

[GAMBAR]

Perubahan arah terjadi secara menerus-bersambungan atau kontinu, maka secara analitik diambil perubahan dalam waktu atau langkah yang sekecil-kecilnya Δv mendekati 0.

[GAMBAR]

karena pada batas terkecil atau (limit) kedua vektor nyaris berimpit maka Δv dianggap tegak lurus pada keduanya.

[GAMBAR]

Jadi gerak melingkar ini dinyatakan sebagaiakibat adanya gaya yang bekerja pada arah tegak lurus arah gerak benda. Ini dibuktikan dengan adanya tegangan pada tali yang mengikat massa lalu diputar.

Ini yang dikenal sebagai gaya sentripetal. Kebalikanya, seperti yang dialami penumpang kendaraan yang sedang bergerak berputar, disebut gaya sentrifugal.

Gaya sentrifugal ini telah diperhitungkan untuk menemukan keceptan satelit yang mengedari bumi pada ketinggian tertentu.

a = ω2r

r = jari-jari lingkaran
ω= kecepatan putar

Karena keliling lingkaran berbanding lurus dengan jari-jari lingkarannya (2πr), maka makin tinggi satelit, makin lama mengedari satu putaran diatas bumi dan kakas sentripetalnya makin kecil

Contoh:
Satelit yang megedari bumi 24 jam sekali diatas khatulistiwa tampak dari bumi tidak berubah posisinya. Seperti itulah lintasan Geostationer (jaraknya r = ±36.000 km)

Gerakan pada bidang diatas dengan lintasan sembarang, karea kecepatan selalu berubah-ubah, tetap dapat dianalisis secara praktis melalui aljabar dan kalkulus dengan fungsi da variabel berbentuk vektor.

Maka Fisika gerak bebas di ruang 3-D juga sekedar perluasan dimensi vektor dalam komponen kearah x, y, dan z.

Wew wew wew. . . dosen yang nnih pasti ada PR. . Ckckck. Okelah kalo beg.

PR:

[GAMBAR]

Ketika terjadi keseimbangan hitung panjang L1 dan L2 berdasar jarak R dan bobot W1, W2, W3.

2 responses to this post.

  1. mumet bro…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: