Fisika Teknik pt 1

Wah aku telad, , , tapi enak nih dosen, , , gak pake persentasi komputer. Dia njelasinnya lebih banyak ditulis dari pada diungkapkan. Hm. . . Itu artinya aku harus menulis semua yang ditulisnya. Hehehe. . . Lumayan memepermudah aku dalam menuliskan blog. Yang dibawah ini ya seperti apa yang ditulisakan dosennya. . . Lets check it out!

Panjang (SI) → meter

Demensi Luas: m2
Demensi Volume: m3

Lambang panjang → l

Keluar dari meter, ada km (103), µm (10-6), dan

1018 exa

1015 peta

1012 terra

109 giga

10-6 mikro

10-9 nano

10-12 pico

10-15 femto

10-18 atto

Karena objek di satu sisi makin besar dan di sisi lain makin kecil, maka banyak alasan bahwa hasil pengukuran dan pengamatan akan mengandung aspek ketidak pastian (uncetainty)

Contoh:
Atom yang dibayangkan mempunyai atau tediri dari inti atom yang berlokasi di pusat atom dan elektron-elektron yang mengelilingi inti dalam orbit yang berbentuk lingkaran, ternyata dengan mikroskop tidak semulus itu

“Model” atom diilhami struktur peredaran benda-benda angkasa yang lebih mudah dilihat. Dengan Demikian, Fisika juga dari sisi lain dikembangkan dan berkembang sejalan dengan kemampuan imajinasi manusia. Namun imajinasi tersebut telah di sistematikan sehingga muncul yang disebut

Toeri-Teori Fisika

Teorinya antara lain teori ketidak pastian, yang diartikan bahwa ketidak pastiaannya diungkap atau diepresentasikan secara pasti. Pada teori ini ketidak pastian dinyatakan dengan notasi ±.

Dibidang ke isyaratan isyarat-isyarat pembawa informasi mempunyai dua komponen dasar dalam bentuk tegangan yang dapat dilihat dilayar osiloskop ataupun monitor komputer.

v(t)=vd(t)+vs(t)

vd → deterministik (menentu/pasti)

vs → stokastis (tidak menentu/tidak pasti)

Maka pendekatan pemahaman Fisika dapat dilakukan dari sisi Faktual maupun Toeri.

Contoh:
Suatu peristiwa fisika yang sama di mengerti/dipahami dari ketiga titik tolak pemikiran diatas.

[GAMBAR]

[RUMUS]

Teorinya/Filosofinya:
Hukum alam adalah optimalisasi

Konkretnya:
untuk persoalan optika diatas, lintasan sinar arus minimum.

Jadi l=l1+l2
artinya l(x) diubah jadi

[RUMUS]

Hasilnya kalo dihitung dengan benar maka x ketemunya 0.

Juga lintasan cahaya yang melalui dua medium perambatan yang berbeda

[GAMBAR]

yaitu lintasan waktu yang ditempuh minimum. Lintasan dengan waktu tempuh minimum.

Waktu t total = t1 + t2

[RUMUS]

sehingga

[RUMUS]

Akan ditemukan hukum snelius

[RUMUS]

atau sedehananya v sinx1 = c sinx2

Namun ada pendekatan yang dipahami melalui cara logika biasa

[GAMBAR]

Dalam kehidupan sehari-hari justru logika (sehat) yang paling banyak digunakan terasa tidak eksak untuk kebutuhan hidup manusia sehari-hari.

Contoh:
Kerja komputer yang berdasarkan logika biner.

Dengan filosopi, biner, “semua” informasi dapat dijangkau. Jadi ada masa/waktu pertemuan antara sisi filosofi dan sisi fakta.

Peradaban manusia:

[GAMBAR]

2 responses to this post.

  1. Posted by risa on 16 September 2010 at 1:01 pm

    mau nanya??

    klo cara ngebuat perambatan ketidakpastian suatu volum gmana ea???

    mkash

    Balas

    • Posted by frdteknikelektro on 19 September 2010 at 9:33 pm

      Perambatan ketidakpastian tuh kalo gak salah yang mencari ketidak pastian akhir ya??

      kayak misalnya dari operasi p = a + b, mka ketidak pastian p (Δp) = Δa + Δb.
      trus kalo operasi perkalian p = a * b * c, maka (ini kalo aku gak salah lho! aku lupa2 ingat) Δp/p = Δa/a + Δb/b + Δc/c.

      nah operasi perkalian diatas udah menyatakan volume kan??

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: