Pengukuran: Usaha mengukur suatu besaran.
Instrumen: Alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran.
Pengukuran dan Instrumentasi selanjutnya disingkat Penguin 
ya!
- Alat-alat ukur besaran elektrik dan metode pngukuran
- Alat-alat ukur besaran non-elektrik yang dikonversi menjadi elektrik. Contoh: Sensor, Tranduser, dsb.
Tipe – Tipe Instrumen
Berdasarkan Catu Daya
Instrument Pasif
Output instrumen dihasilkan langsung/sepenuhnya dari besaran yang diukur (yang diukur ini kita sebut dengan input). Misal alat dibawah ini:
Dengan input air dan per, didapatkan output skala. Bandingkan dengan ang dibawah ini.
Instrument Aktif
Instrumen ini membutuhkan catu daya agar bisa bekerja. Misal alat dibawah ini.
Mungkin gampangannya ya kalo pasif tuh mekanisme, tapi kalo aktif udah elektronis.
Berdasarkan Cara Pembacaannya
Null Type
Menggunakan prinsip keseimbangan. Contoh: Timbangan
dengan begitu kita bisa mengetahui output berupa besaran inputnya. Yang elektronis juga ada lho!! tadi dikasih contoh juga sama Pak Enas, tapi Pak Enas agak-agak lupa, jadi ya aku gak ngerti deh.
Deflection Type
Tadi aku sama temen sebelah ku mbahas sesuatu yang bodoh. Deflection aja gak tau. Dua-duanya parah. Haha. Deflection itu gampangannya Penyimpangan. Untuk deflection type pengguna bisa membaca skala output secara langsung, karena tampilannya memang skala output. Contoh: Multimeter Analog (yang masih pake jarum)
Berdasarkan Jenis Isyarat
Analog
Digital
Berdasarkan Output Instrumen
Indicating Instrument
Hanya berfungsi sebagai Indikator saja, tidak ada skala keluaran. Dan Indikator ini tidak menyatakan hubungan matematis apa-apa antara Input dan Output.
Instrumen with Output Signal
Contoh: Multimeter. Ada skala keluarannya.
Berdasarkan kepintaran “Smartness”
Smart
Misal Multimeter digital. Yang mana data diolah, kemudian ditampilkan ke LCD.
Non-Smart
Misal Multimeter analog. Yang mana hanya mengandalkan defleksi.
Karakteristik Instrument Statis
Menilai Performance Instrument dapat dilihat dari hal-hal yang tidak bergantung pada waktu, tidak dipengaruhi waktu
Akurasi
Banyak orang menganggap akurasi itu kualitatif, Akurasi adalah kedekatan suatu output dengan standard (SI biasanya)/seharusnya.
Presisi/Repeatibility
Kesamaan Nilai Output jika dicoba dengan waktu yang berbeda. Dapat dilihat pada gambar perbandingan antara Presisi dan Akurasi
Range/Span
Jangkauan Pengukuran
Toleransi
Error yang bisa saja muncul
Linearitas
Kesebandingan Input dan Output
Sensitifitas
Rasio output dan input. Misal multimeter mengukur tegangan 2V, jarumnya menyimpang 100°, maka
Sensitifitas = 2V/100° x 100% = 2%
Threshold
Nilai input terkecil yang sudah bisa mempengaruhi kemunculan munculnya output.
Resolusi
Perubahan terkecil pada input yang bisa menimbulkan perubahan pada output. Contoh: ADC (Analog to Digital Converter). Inputnya Tegangan, Outputnya bilangan digital dengan Range 0 – 255. Resolusi ADC adalah perbedaan terkecil pada Tegangan yang bisa menimbulkan increment (+1) pada outputnya. Misal: 0,01V/digit
Sensitifitas Terhadap Gangguan (Drift)
Idealnya dengan input x, dan output y, adalah y = ax.
Zero Drift
y = ax + b
pada zero drift b ini yang menjadi Driftnya eh bukan juga sih, , apa ya istilahnya? gak taulah. Intinya b = f(variable pengganggu). Variable pengganggu ini bisa saja suhu tubuh (untuk sensor suhu).
Sensitivity Drift
untuk yang ini a nya. a = f(variable pengganggu).
Cara pengukuran Drift
Menguji hubungan Input/Output pada kondisi variable pengganggu yang berbeda.
Hysterisis
Perubahan hubungan Input/Output pada saat naik dan turun. Intinya tuh kelinieraritasannya berbeda saat kondisi naik dan turun.
Range yang tak terbaca (antara kurva naik dan turun) bisa juga disebut Dead Space. Selain itu, Dead Space juga bisa digambarkan seperti brikut ini.
Dead Space
Range Input yang tidak menimbulkan perubahan pada output.
Disini buat download file materi yang di kasih Pak Enas. (klik disini) Seeya!






